Pansus DPRD Jepara Kecewa Terhadap Kinerja Satgas Covid-19

0
291

SHIMANEWS.id, Jepara – Pansus DPRD Kabupaten Jepara kecewa terhdap kinerja satuan tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Jepara. Pasalnya penanganan masalah covid-19 menimbulkan masalah baru, yaitu pengelolaan sampah infeksius covid-19.

Ketua Pansus Bidang Kesehatan DPRD Jepara, Nur  Hidayat, munculnya masalah pengelolaan sampah menunjukan kinerja Satgas Penanggulangan Covid-19 tidak optimal. Semestinya pengelolaan sampah infeksius covid-19 tak menjadi masalah baru.

“Terkait masalah limbah medis covid-19 sudah jelas itu limbah B3 dan dalam penanganannya juga sudah jelas. Seharusnya hal tersebut tidak ada masalah, kalau melihat masalah tersebut intinya pemerintah tidak bisa kerja dengan baik,” ujar Nur Hidayat, politisi partai NasDem, Senin, 23 Desember 2020.

Pansus meminta permasalahan pengelolaan limbah infeksius segera teratasi dan tidak terulang.

Selain persoalan itu, Pansus juga kecewa atas kembalinya Kabupaten Jepara ke zona merah covid-19. DPRD Jepara sudah  meminta bupati agar segera melakukan tindakan yang jelas dan konkret  dalam penanganan covid-19. Juga  penanganan konflik koordinasi dan pembagian tugas yang harusnya  dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh stakeholder.

“Namun tidak mendapatkan tanggapan,” kata Nur Hidayat.

segera dilakukan pembenahan kinerja satgas yang yang benar-benar dan sungguh-sungguh DPRD yang telah membentuk Pansus bisa saja meningkatkan  menjadi hak angket sebagai bentuk warning kepada pemerintah Kabupaten Jepara.

“Tujuannya untuk melindungi dan menyelamatkan  masyarakat Jepara dari penderitaan dan ancaman berkepanjangan karena Covid-19,” ujar Nur Hidayat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPDB) Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah diminta menangani masalah sampah infeksius covid-19. Itu setelah pihak ketiga yang ditunjuk pemerintah provinsi tak lagi mengambil sampah infeksius sejak tiga bulan terakhir. Sehingga terjadi penumpukan sampah infeksius di TPA Bandengan dan kantor BPBD.

Kepala BPBD Kabupaten Jepara, Kusmiyanto, mengatakan pengelolaan sampah infeksius akan diserahkan kepada pihak ketiga. Pihaknya akan menggunakan anggaran biaya tak terduga (BTT).

“Anggarannya berapa kami belum tahu. Sampai saat ini kami belum melihat sampah yang menumpuk di TPA seberapa banyak. Jadi nanti mekanisme dan nilainya akan dihitung rekanan,” ujar Kusmiyanto. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here