Pengusaha Tahu Kurangi Produksi

0
128

SHIMANEWS.id, Jepara –  Harga kedelai sejak Desember 2020 mengalami kenaikan. Pengusaha pembuatan tahu tempe terpaksa mengurangi jumlah produksi. Itu untuk menekan kerugian.

Pengusaha tahu, Suwarno, mengatakan kenaikan harga kedelai secara bertahap dimulai November 2020. Harga kedelai yang semula Rp7.200 perkilogram naik menjadi Rp8.300 per kilogram pada November 2020.

“Terakhir Desember naik mejadi Rp9.200 per kilogram sampai sekarang,” ujar Warno, warga Desa Langon Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu, 6 Januari 2021.

Naiknya harga kedelai dengan harga jual tahu dan tempe tidak sama. Untuk menekan kerugian, ukuran tahu dan tempe yang dijual pun dikurangi. Begitu juga dengan jumlah produksi.

“Harga kedelai naiknya Rp2.000, tapi harga jual naiknya sedikit. Ini terpaksa mengurangi produksi, kalau biasanya sehari habis 1,5 kwintal, sekarang paling tinggal 1 kwintal,” kata Suwarno.

Bila biasanya harga jual satu ember tahu Rp70 ribu, kini dijual Rp75 ribu. Permintaan tahu tempe di pasar pun mengalami penurunan.

“Naiknya harga kedelai ini karena apa ya, tidak tahu. Tapi stok kedelai ada tidak langka,” ungkap Warno. (Rhs/SN)

Tinggalkan Balasan