Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah Harus Dipersiapkan secara Rinci

0
174

Simulasi pembelajaran tatap muka di SMP beberapa waktu lalu. (FOTO: Shimanews.id)

SHIMANEWS.id, Jepara – Persiapan proses belajar tatap muka di sekolah harus didukung teknis pelaksanaan secara rinci. Terutama berkait faktor kesehatan lingkungan sekolah dan keamanan peserta didik dan pengajar.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam keterangan tertulis yang diterima Shimanews.id memgatakan uji coba proses belajar tatap muka pada masa pandemi harus benar-benar dipersiapkan dengan baik. Agar hal tersebut tidak menciptakan sekolah sebagai klaster baru penyebaran Covid-19.

“Jangan sampai euforia kembali ke sekolah di masa pandemi Covid-19, malah membuat segala aturan menjadi longgar dan kemudian sekolah menjadi kluster baru penyebaran Covid 19,” ujar Lestari, Selasa, 16 Maret 2021.

Rerie, sapaan akrab Lestari mengingatkan, rencana pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah harus bercermin dari peristiwa munculnya klaster baru di lingkungan pendidikan Kota Tasikmalaya. Dimana ada 20 orang positif Covid-19 dari satu sekolah di wilayah Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu 14 Maret 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Asep Hendra, seperti dikutip sejumlah media, mengatakan, klaster itu bermula saat ada seorang guru yang tetap memaksakan ke sekolah meski mengalami gejala batuk, pilek disertai demam.

Dari klaster sekolah itu terpapar Covid-19 mulai dari para guru, pegawai Tata Usaha (TU), dua pelajar sampai kepala sekolah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah tidak hanya membutuhkan kesiapan teknis semata, seperti kesiapan sarana kesehatan seperti fasilitas cuci tangan, sabun, masker dan sejumlah fasilitas agar para siswa serta guru selalu dalam jarak aman saat berinteraksi,” kata anggota Komisi X DPR RI yang akrab dengan sapaan Rerie.

Selain itu, Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu menegaskan, para pemangku kepentingan di sekolah juga harus mampu menegakkan standar kesehatan yang ketat di lingkungan sekolah, agar para pendidik dan peserta didik terhindar paparan virus dari luar lingkungan sekolah.

“Pelajaran penting bagi Kemendikbud yang berniat membuka sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru nanti adalah mengatur secara rinci mengenai standar kesehatan pada penyelenggraan sekolah tatap muka,” tandas Rerie. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here