Duta Seni Jepara Garap Drama Tari Legenda Desa Teluk Awur untuk Pentas Daring TMII

0
295

Proses pembuatan video pementasan drama tari Jepara legenda Desa Teluk Awur duta seni Jepara (Foto: Duta Seni Jepara)

SHIMANEWS.id, Jepara – Kabupaten Jepara menyuguhkan pentas drama tari yang mengisahkan legenda Desa Teluk Awur. Pementasan dilakukan secara daring dalam Pentas Duta Seni di Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Ketua Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Jepara, Kustam Eka Jalu, mengatakan bahwa produksi ini menjadi awal kerja kepengurusan DKD yang baru. Pementasan dari Kabupaten Jepara akan disandingkan dengan pementasan dari kabupaten dan kota yang lain di Jawa Tengah.

“Pentasnya secara daring. Kabupaten Jepara mendapat jadwal pentas tanggal 28 Maret, nanti ditayangkan TMII. Pengambilan gambar selesai sehari kemarin, ini masuk tahapan editing,” ujar Kustam, Jumat, 19 Maret 2021.

Selain pentas lakon Teluk Awur, saat ini DKD, utamanya seniman di wilayah Jepara Utara sedang menggarap drama tari dengan lakon Ratu Kalinyamat. Lakon ini akan dipentaskan secara daring saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Jepara mendatang.

Sutradara Rhobi Shani, menyebut ada 55 aktor dan pemain musik yang terlibat dalam pementasan dram tari legenda Desa Teluk Awur. Mulai dari seniman tari, karawitan, sinden, teater, hingga seni rupa. Bila disajikan utuh, durasi cerita lebih dari 120 menit.

“Tapi di petunjuk teknis durasi pentas maksimal 1 jam, terpaksa ada satu babak di naskah yang kami potong,” kata Rhobi.

Naskah yang ditulis Eko Bowo berjudul Teluk Kang Wigati mengisahkan, seorang raja Kartawangsa bernama Jakawangsa menjadi penguasa yang semena-mena. Ia suka merampas harta bahkan istri rakyatnya sendiri.

Pada suatu saat, lanjut Rhobi, Jakawangsa ingin menikahi Kemuning, istri sah salah satu rakyatnya, Wirasaba. Namun keinginan itu ditolak oleh Kemuning. Penolakan itu tak diterima oleh raja hingga ia menampar Kemuning lantaran marah besar. Berbagai cara dilakukan oleh raja supaya Kemuning tersenyum lagi. Seperti menyuguhkan tari-tarian dan dagelan Kentrung.

Rhobi menambahkan, Kemuning memberikan syarat kepada raja sebelum ia mau dipinang. Yaitu dengan menyuruh raja menyamar sebagai nelayan pencari kerang yang bisa menari. Pada saat bersamaan, Wirasaba menyamar sebagai pemain Kentrung dan bertemu Kemuning di kerajaan.

Saat Jakawangsa mencari kerang di Pantai Teluk Awur, tiba-tiba pasukan kerajaannya menyergap dia hingga tewas. Pasukan tersebut ditugasi oleh Wirasaba yang menyamar sebagai Jakawangsa. Wirasaba meminta untuk membunuh nelayan yang mencari kerang yang bisa menari. Sebab dia adalah telik sandi yang jadi buronan kerajaan. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here