DPRD dan Aktivis Lingkungan Soroti Rencana Penambangan Pasir Laut

0
180

Perairan laut utara Jepara (Foto: Shimanews.id)

SHIMANEWS.id, Jepara – PT Energi Alam Lestari berencana melakukan penambangan pasir laut di perairan laut utara Jepara. Pasir laut itu akan digunakan untuk pengurukan reklamasi tanggul pantai. Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara Pratikno dan aktivis lingkungan menyoroti rencana itu.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jepara, Pratikno, mengatakan pengerukan pasir laut akan berdampak pada lingkungan. Itu seperti abrasi pantai, merusak ekosistem laut, dan perubahan arus.

“Dampak lingkungannya luar biasa. Abrasi di wilayah pantai Jepara sisi selatan saja belum bisa teratasi sampai sekarang,” ujar Pratikno, Selasa, 23 Maret 2021.

Pratikno menegaskan, proyek apapun yang ada di Bumi Kartini jangan sampai hanya mengandalkan regulasi, lantas mengabaikan kepentingan lingkungan hidup.

Aktivis lingkungan Jepara, Didid Endro, mengatakan dengan dilakukan pertambangan pasir laut tersebut, sangat berpotensi matinya ekosistem laut. Apalagi sistem pertambangan dengan cara disedot.

“Dampak lainnya, tentu akan terjadi perubahan arus air laut yang berpotensi terjadi abrasi di pesisir sekitar pertambangan. Kemudian, karena matinya ekosistem laut, maka akan terjadi penurunan hasil tangkapan ikan bagi nelayan,” ungkap Didid.

Dalam surat pengumuman AMDAL beberapa waktu lalu disebutkan dampak positif dan negatif. Dampak positif disebutkan timbulnya mata pencaharian bagi masyarakat. Didid menuding hal itu tidak mungkin bisa terwujud. Sebeb pertambangan dilakukan dengan sistem sedot.

“Sangat kontroversi dengan sistem pertambangan yang dilakukan. Pertambangan dilakukan dengan cara menyedot pasir laut, lantas apa yang bisa dikerjakan oleh masyarakat?” kata Didid.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jepara, Elida Farikha (Foto: Shimanews.id)

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara, Elida Farikha, mengatakan dari informasi yang diterima pihaknya, PT Energi Alam Lestari telah mengantongi izin eksplorasi dan eksploitasi. Saat ini tengah menyusun dokumen AMDAL.

“Untuk menyusun itu butuh masukan dari semua pihak dan masyarakat. Permasalahan-permasalahan itu bisa disampaikan kepada kami, nanti kami teruskan ke provinsi karena yang mengeluarkan izin AMDAL pusat,” terang Elida.

Lokasi penambangan pasir direncanakan di perairan Balong. Tepatnya 6 sampai 9 mil dari bibir pantai. Luas area penambangan 2.339 hektar.

“Kemarin kami diundang ke Semarang, pasir laut itu untuk tanggul tol Demak – Semarang. Dari survei pasir Jepara yang paling bagus. Penentuan titik (penambangan) juga sudah melalui kajian,” kata Elida. (Rhs/SN)

Tinggalkan Balasan