Surplus dan Rencana Impor Beras, Jangan Memengaruhi Harga Beras Petani

0
148

SHIMANEWS.id, Jepara – Produktivitas beras di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melebihi kebutuhan masyarakat. Sejak dua tahun terakhir, surplus beras mencapai puluhan ribu. 
 
Melansir dari Medcom.id, Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno, pun berharap wacana impor beras jangan sampai memengaruhi harga beras petani. Khususnya petani di Kabupaten Jepara.
 
“Yang terpenting menjaga harga beras petani, jangan sampai gara-gara impor beras petani di Jepara jadi turun,” ujar dia, Selasa, 23 Maret 2021.

Bila harga beras petani anjlok lantaran dipicu kehadiran beras impor, beban petani semakin berat. Sebab banjir di Bumi Kartini pada awal tahun mengakibatkan 14 ribu hektare sawah rusak. 
 
Menurutnya, ratusan hektare sawah petani puso. Pihaknya pun akan mengupayakan sejumlah bantuan untuk petani agar hasil panen pada musim tanam tahun ini tetap baik.

“Bantuan bibit padi unggul dan pupuk akan kami upayakan. Ini mulai masuk musim tanam kedua, semoga tambah baik, beras melimpah,” kata Pratikno.
 
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Diyar Susanto, mengatakan sejak dua tahun terakhir, Kabupaten Jepara mengalami surplus beras. Hal itu berdasarkan jumlah beras yang dihasilkan dikurangi jumlah kebutuhan beras dalam setahun.
 
“Untuk 2020, produktivitas beras selama setahun 163.221 ton. Kemudian kebutuhan konsumsi masyarakat 118.835 ton. Berarti masih ada surplus sebanyak 44.386 ton beras,” kata Diyar.
 
Kemudian pada 2019 produksi beras di Bumi Kartini mencapai 149.438 ton. Dengan tingkat kebutuhan beras mencapai 115.556 ton, sehingga surplus beras sebanyak 33.882 ton. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here