Vaksinasi Guru Harus Dilakukan Sebelum Memulai PTM

0
123

SHIMANEWS.id, Jepara – Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan sekolah harus menjadi prasyarat wajib sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) dimulai. Sebab keselamatan peserta didik dan guru menjadi penting dalam proses pendidikan.

Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan selain vaksinasi terhadap guru dan tenaga kependidikan, sarana penunjang protokol kesehatan di sekolah juga harus siap. Serta juga perlu disiapkan alat pelindung diri bagi seluruh warga sekolah, seperti masker.

“Sarana dan prasarana untuk mewujudkan disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan sekolah seperti tempat mencuci tangan lengkap dengan sabun dalam jumlah memadai sesuai dengan kapasitas sekolah,” ujar Lestari yang biasa disapa Rerie dalam keterangan tertulis, Selasa, 23 Maret 2021.

Penerapan protokol kesehatan harus bisa menjadi kebiasaan warga sekolah tiap harinya. Itu seperti kesadaran untuk tidak berkerumun atau menjaga jarak. Lalu memakai masker. Serta rajin mencuci tangan.

“Lalu tata kelola protokol kesehatan di lingkungan sekolah harus mudah dipahami sehingga bisa dilaksanakan dengan baik sepanjang proses belajar mengajar tatap muka di sekolah,” kata Rerie yang juga Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem.

Setelah hampir satu tahun melaksanakan pembelajaran jarak jauh, Rerie melanjutkan, para pelajar dikhawatirkan mengabaikan sejumlah aturan protokol kesehatan di sekolah. Itu karena masih dalam suasana euforia bertemu teman-temannya.

“Sehingga perlu juga langkah antisipatif untuk menekan terjadinya euforia para peserta didik dan masyarakat saat pelaksanaan belajar tatap muka dilaksanakan,” kata Rerie, anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II, Jawa Tengah.

Seperti diketahui, pemerintah berencana memulai PTM pada tahun ajaran baru tahun ini. Vaksinasi covid-19 di lingkungan pendidikan ditargetkan menyasar 5,2 juta guru dan tenaga kependidikan.

Vaksinasi guru dilakukan bersamaan dengan vaksinasi untuk 21,5 juta lansia dan 16,9 juta pelayan publik. Vaksinasi akan diprioritaskan untuk 7 provinsi di Jawa dan Bali yang laju penyebarannya paling tinggi. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here