Larangan Berpoligami Tertulis di Prasasti Candi Angin

0
307

Prasasti yang ditemukan di Candi Angin kini disimpan di museum Kartini

SHIMANEWS.id, Jepara – Balai Arkeologi (Balar) Jogjakarta pada 2016 menemukan prasasti di komplek Candi Angin di Desa Tempur, Keling, Jepara. Setelah dilakukan penelitian, diketahui prasati itu berisi petuah larangan bagi kaum adam berpoligami.

Kepala Seksi Kepurbakalaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara, Lia Supardianik, mengatakan Balar telah menyerahkan prasasti itu kepada Museum Kartini Jepara. Itu setelah dilakukan penelitian dan diterjemahkan.

”Saat ini prasasti sudah dipajang di ruang pameran Museum Kartini dan bisa dilihat langsung oleh pengunjung,” ujar Lia, Jumat, 26 Maret 2021.

Menurut Lia, prasasti tersebut memiliki tulisan bolak-balik dengan aksara Jawa kuno. Periodesasi prasasti tersebut diprediksi Abad ke-13 hingga 14 Masehi atau setara masa Kerajaan Majapahit. Salah satu kalimat dalam prasasti berbahasa Jawa kuno itu bila diterjemahkan berbunyi, Jika ada suami mengambil istri kedua, maka tidak akan menjadi keturunan pemuja Siwa.

‘”Ini sudah jelas tentang larangan beroligami bagi laki-laki pada masa itu,” kata Lia.

Saat ini penemuan benda-benda cagar budaya di komplek candi angin telah dikumpulkan. Kemudian dilakukan penelitian serta pengujian dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Klaten.

”Wilayah Candi Angin ini luas, karena pegunungan Muria berada di tiga Kabupaten, sehingga penelitiannya juga bisa meluas,” kata Lia.

Dengan adanya temuan-temuan di sekitar lokasi Candi Angin, maka memastikan bahwa wilayah Tempur dahulu terdapat tempat pemujaan masyarakat Jawa. Kondisi ini belum didukung data bahwa wilayah itu tempat pemukiman warga pada zaman itu. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here