Sesaji Larungan Kepala Kerbau Jadi Rebutan Nelayan

0
171

SHIMANEWS.id, Jepara – Di tengah pandemi covid-19 tradisi larung kepala kerbau masyarakat nelayan di wilayah Jepara kota tetap dilangsungkan. Namun, jumlah peserta larungan dibatasi.

Ritual larung kepala kerbau dimulai dari tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu Jepara, Jawa Tengah. Banyaknya warga setempat yang menunggu prosesi larungan dapat diurai petugas yang berjaga. Sesaji dan kepala kerbau diletakan pada miniatur perahu.

Dari TPI Ujungbatu, miniatur perahu berisi sesaji dan kepala kerbau dinaikan kapal yang digunakan untuk melarung. Kapal berisi sesaji dan kepala kerbau juga dinaiki sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.

Tiba di titik pelarungan, kapal-kapal nelayan bergegas merapat ke kapal pembawa sesaji. Sebelum kepala kerbau dilarung, doa-doa dipanjatkan. Sesaji dan kepala kerbau diturunkan dari kapal.

Belum sampai menyentuh air, belasan nelayan yang berhasil merangsek ke dekat pelarungan menceburkan diri dan berebut sesaji. Seluruh sesaji yang ada diperebutkan para nelayan. Kecuali kepala kerbau. Mereka tak mempedulikan kedalaman laut.

Salah satu nelayan, Supriyadi, mengatakan sesaji yang diperebutkan adalah jajan pasar dan tikar. Menurutnya, para nelayan menganggap sesaji tersebut memiliki keberkahan.

“(rebutan sesaji, red) itu sudah menjadi tradisi kami. Kami percaya sesaji itu memiliki berkah. Tapi kalau kepala kerbaunya tidak kami ambil. Tidak boleh (pantangan, red),” kata Supriyadi, Kamis, 20 Mei 2021.

Selain memperebutkan sesaji, para nelayan mencuci perahunya masing-masing dengan air laut.

Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan larungan tahun ini tidak seperti dua tahun lalu. Pada 2019, peserta larungan hampir 10 ribu orang. Namun, tahun ini hanya beberapa warga setempat dan tertutup.

“Larungan ini wujud rasa syukur nelayan atas rizki yang didapat selama setahun. Juga sebagai doa untuk keselamatan. Hari ini terlihat kesadaran masyarakat, tidak ramai-ramai. Kesehatan lah yang utama. Tapi tidak meninggalkan tradisi,” kata Dian. (Rhs/SN)

Tinggalkan Balasan