DPD NasDem Jepara Ajak Kader Patuhi PPKM Darurat

0
101

SHIMANEWS.id, Jepara – Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masuk dalam zonasi merah penyebaran covid-19. Pemerintah pusat menetapkan Kota Ukir masuk dalam salah satu kota dan kabupaten wilayah assesmen tiga.

Ketua DPD Partai NasDem Jepara, Pratikno, mengatakan mulai 3 hingga 20 Juli 2021, pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Itu sebagai upaya pemerintah untuk menekan laju penyebaran dan penularan covid-19 di Pulau Jawa.

“Karena Jepara masih zona merah, kami minta semua kader NasDem untuk ikut mensukseskan program PPKM Darurat, caranya bagaimana, ya, dengan mengurangi mobiltas. Karena hanya bidang-bidang tertentu yang diizinkan berjalan,” ujar Pratikno, Jumat, 2 Juli 2021.

DPP Partai NasDem Jepara juga meminta kader partai tidak usah panik. Sehingga melakukan aksi borong kebutuhan pangan. Sebab, sektor ekonomi salah satu yang diizinkan beroperasi selama PPKM Darurat diterapkan.

“Pemerintah pusat, provinsi, maupun daerah harus mengawal dengan ketat PPKM ini, kalau ingin sukses jangan hanya sekedar intruksi. Percuma apabila para penegak aturan ini membiarkan tidak ada artinya, justru menimbulkan masalah,” kata Pratikno.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Jepara juga akan menerapkan PPKM Darurat. Kegiatan sosial yang melibatkan banyak orang dilarang selama penerapan PPKM Darurat.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jepara, Mashudi, mengatakan kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak orang ditadakan selama PPKM Darurat. Itu seperti ibadah salat Jumat dan salat Id.

“MUI Jepara konsisten mendukung kebijakan pemerintah tentang PPKM Darurat. Salat Jumat untuk dua pekan kedepan diganti dengan salat zuhur. Begitu juga dengan salat-salat jamaah yang lain,” ujar Mashudi ditemui di pendapa Kabupaten Jepara, Jumat, 2 Juli 2021.

Selain salat Jumat, MUI Kabupaten Jepara juga meminta masyarakat melaksanakan salat Id di rumah. Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilaksanakan mulai tanggal 21 Juli 2021. Penyembelihan hewan kurban hanya dilaksanakan panitia penyelenggara. “Pelaksanaan kurban kami minta dialihkan setelah tanggal 20, yakni tanggal 21, 22, dan 23 dengan tetap mengenakan protokol kesehatan. Itu mengingat sampai saat ini masih (zona) merah,” kata Mashudi. (Rhs/ SN)

Tinggalkan Balasan