PPKM Darurat Jangan Sekedar Pamflet

0
217

SHIMANEWS.id, Jepara – Hari pertama pelaksanaan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, masih ditemukan banyak pelanggaran. Itu seperti pengusaha restoran, kafe, dan warung masih melayani pembeli makan di tempat.

Wakil Ketua DPRD Jepara, Pratikno, menyoroti pelaksanaan PPKM Darurat hari pertama masih belum efektif. Sejumlah pengelola restoran yang didatangi mengaku tidak mengetahui poin-poin yang diatur di dalam PPKM Darurat.

“Rekan-rekan penegak aturan juga harus monitoring terus menerus biar intruksi itu efektif. Kalau hanya sekedar surat dan pamflet percuma,” ujar Pratikno usai monitoring di wilayah Jepara kota, Sabtu, 3 Juli 2021.

Bila PPKM Darurat ingin sukses maka aturan harus ditegakan. Monitoring harus dilakukan setiap saat. Sebab bila ada pembiaran malah akan menimbulkan masalah baru.

“Kalau ingin sukses jangan sekedar intruksi. Mulai dari pusat sampai daerah harus mengawal dengan ketat PPKM Darurat ini,” kata Pratikno.

Informasi yang dihimpun Pratikno, sejumlah pengelola restoran yang masih melayani pembeli makan di tempat lantaran mengikuti pengusaha yang lain.

“Jadi sebelum buka, dia keliling dulu. Ternyata yang lain buka dan melayani pembeli terus ikut-ikutan buka,” kata Pratikno yang juga Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Jepara.

Berkait pelaksanaan PPKM Darurat, Bupati Jepara, Dian Kristiandi, telah mengeluarkan surat edaran bertanggal 2 Juli 2021. Dalam SE tersebut, salah satunya mengatur pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum, yaitu  warung makan, rumah makan, kafe, pedagang kaki lima, dan lapak jajanan. Itu untuk yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan atau mall. Dimana hanya menerima delivery atau take a way dan tidak menerima makan di tempat. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here