Pemerintah Jepara Gelontorkan Rp 290 Miliar untuk Pemulihan Ekonomi

0
38

SHIMANEWS.id, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah menggelontorkan anggaran pemulihan ekonomi sebesar Rp 290,16 miliar. Itu dialokasikan diantaranya untuk perlindungan sosial dan dukungan ekonomi.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jepara, Subiyanto, mengatakan anggaran pemulihan ekonomi dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Anggaran itu tersebar di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

“Kegiatan perlindugan sosial itu seperti rehabilitasi sosial. Itu ada di Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos Permades). Ada juga peningkatan kualitas permukiman kumuh di Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) dan di dinas-dinas lainnya,” ujar Subiyanto, Sabtu, 28 Agustus 2021.

Anggaran untuk dukungan ekonomi itu seperti pencegahan dan penyelesaian perselisihan hubungan industrial. Lalu, pelaksanaan pelatihan berdasarkan unit kompetensi. Juga untuk pemberdayaan usaha mikro, pendidikan dan latihan perkoperasian.

“Lainnya seperti pengembangan usaha mikro dengan orientasi peningkatan skala usaha menjadi usaha kecil. Itu ada di Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinkop UKM Nakertrans),” kata Subiyanto.

Pemulihan ekonomi juga ada di Dinas Perikanan. Bentuk kegiatannya pemberdayaan pembudi daya ikan skala kecil, pengelolaan pembudidayaan ikan, dan pemberdayaan nelayan kecil. Ada pula pembinaan mutu dan keamanan hasil perikanan bagi usaha pengolahan dan pemasaran skala mikro dan kecil. Serta penyediaan dan penyaluran bahan baku industri pengolahan ikan.

“Sementara di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) ada kegiatan pembangunan fisik, seperti jalan untuk akses industri dan perdagangan. Di dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) diantaranya ada kegiatan pemasaran pariwisata, peningkatan kapasitas SDM pariwisata dan ekonomi kreatif. Juga ada pengelolaan daya tarik wisata, pengelolaan destinasi pariwisata dan pengelolaan kawasan strategis pariwisata,” urai Subiyanto.

Dukungan ekonomi juga terdapat di Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Kegiatannya meliputi penyelenggaraan promosi dagang melalui pameran, pemasaran, dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri. Lalu pembangunan dan pengelolaan sarana distribusi perdagangan. Serta menjamin ketersediaan barang kebutuhan pokok, pengendalian harga, dan stok barang kebutuhan pokok.

“Saat ini masing-masing OPD itu masih mengerjakan program-program yang sudah dicanangkan,” kata Biyanto. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here