Menikmati Kuliner Bugis di Karimunjawa

0
90

SHIMANEWS.id, Jepara – Salah satu destinasi andalan Jawa Tengah adalah kepulauan Karimunjawa. Gugusan pulau di Kabupaten Jepara itu, selain menyuguhkan keindahan alam, juga memiliki beragam kuliner khas. Salah satunya, makanan khas suku Bugis nasu parede.

Seorang warga Karimunjawa keturunan Bugis, Siti Mariam, mengatakan umumnya yang menyukai masakan khas Bugis adalah wisatawan asing. Sejumlah wisatawan lokal yang berkunjung, juga menyukai makanan khas Bugis seperti lawak, yaitu makanan berbahan dasar jantung pisang.

“Turis-turis asing dari Eropa yang suka nasu parede. Wisatawan local ya, juga banyak yang suka,” kata Siti Mariam, seorang juru masak di salah satu penginapan di pulau Kemujan di kepulauan Karimunjawa, Minggu, 12 September 2021.

Untuk membuat makanan nasu parede cukup mudah. Bumbu-bumbu yang digunakan untuk makanan berbahan dasar ikan laut itu cukup bawang merah, kunyit, asam, dan garam secukupnya. Bila menghendaki rasa pedas, cukup ditambahkan sambal secara terpisah.

“Bumbu-bumbu ditumis kalau sudah setengah matang ikan dimasukan lalu dikasih air. Tunggu sampai mendidih. Untuk menumis bumbu-bumbu tadi menggunakan minyak kelapa asli biar lebih enak,” kata Siti sembari meracik bumbu-bumu yang digunakan untuk memasak nasu parede.

Ikan yang digunakan untuk makanan nasu parede adalah ikan laut. Tapi, tidak semua ikan laut enak dimasak nasu parede. Ikan yang sering digunakan yaitu ikan ketambak, pantai, atau kaneke.

“Paling enak ikan ketambak. Ikannya harus dipilih ikan yang segar. Terus masaknya juga tidak lama, kurang lebih ya, 30 menit,” kata Siti usai mematikan kompor setelah makanan mendidih.

Makanan khas Bugis lainnya yang disukai wisatawan, seperti nasu lotong. Yaitu cumi-cumi yang ditumis dengan aneka bumbu. Tampilan makanan ini berwarna hitam.

Makanan lainnya, yaitu lawak. Makanan berbahan dasar jantung pisang itu dimasak dengan parutan kelapa bakar dan bawang merah bakar.

“Kalau jajan yang masih sering dibuat ada Putri Sahe dan Sari Muka. Ada juga Curuk Teluk, tapi kalau Curuk Teluk biasanya dibuat kalau pas acara-acara special,” kata Siti.

Seperti diketahui, masyarakat di kepulauan Karimunjawa selain suku Jawa, juga bermukim masyarakat suku Bugis, Madura, Bajo, dan Mandar. Tak hanya rumah adat, tradisi dan kuliner dari masing-masing suku juga masih dipertahankan. Meski dihuni masyarakat dengan beragam suku, gesekan antar suku tak pernah terjadi. Mereka hidup rukun berdampingan dengan budaya dan tradisi masing-masing. (Rhs/SN)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here