Kakemenag Jepara: Vaksinasi di Madrasah Jangan Dinomorduakan

0
113

SHIMANEWS.id, Jepara – Pemerintah Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, terus menggenjor vaksinasi di kalangan pelajar. Sayangnya vaksinasi pelajar tak merata untuk sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah tsanawiyah (MTs).

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakemenag) Kabupaten Jepara, Muh Habib, mengatakan sampai saat ini baru mendapat vaksin covid-19 sebanyak 2.000 dosis. Itu dialokasikan untuk pelajar MTs. Sementara, guru di MTs mengikuti vaksin mandiri di tiap-tiap Puskesmas.

“Untuk semua madrasah (MTs) baru disiapi 2.000 dosis. Kami bagi 100 (dosis) tiap sekolah, itu pun belum mencukupi. Ini kami menunggu tindak lanjutnya,” ujar Muh Habib melalui sambungan telepon, Jumat, 17 September 2021.

Berkait terbatasnya alokasi vaksin untuk pelajar MTs, Kemenag Jepara telah berulang kali meminta penambahan vaksin kepada Dinas Kesehatan. Itu dilakukan lantaran vaksinasi pelajar menjadi salah satu syarat untuk memulai pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

“Bahkan saya langsung komunikasi dengan ibu kepala Dinas Kesehatan. Kami selalu koordinasi, termasuk juga dengan Dikpora (Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga). Sudah saya sampaikan kesemua yang terkait, madrasah itu jangan dinomorduakan. Jadi kalau ada pembagian apa, jangan dianggap ini (madrasah) tidak termasuk,” kata Muh Habib.

Diberitakan sebelumnya, vaksinasi pelajar telah menyasar 11.500 pelajar di Bumi Kartini. Rinciannya, sebanyak 9.500 merupakan siswa SMP dan 2.000 siswa MTs.

Data yang dihimpun Medcom.id, jumlah SMP negeri sebanyak 39 sekolahan dan SMP swasta ada 60 sekolahan. Sementara, jumlah MTs lebih banyak dai SMP. Yaitu MTs negeri ada dua sekolahan dan MTs swasta ada 115 sekolahan.

Berkait vaksinasi pelajar, Bupati Jepara, Dian Kristiandi, mengatakan telah mengintruksikan kepada Dinas Kesehatan untuk membagi vaksin secara merata di tiap-tiap sekolah. Bupati tidak mau ada pembedaan perlakuan pemerintah kepada sekolah swasta dan negeri. Terutama kepada sekolah madrasah.

“Dari awal intruksi saya kan, jelas. Bagi rata vaksin ke semua sekolah (sederajat SMP). Kalau misalnya ada seribu dosis, ya, bagi saja dengan adil antara sekolah swasta dan negeri. Jangan dibeda-bedakan,” ujar Dian. (Rhs/SN)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here